Kenali Bakteri Daging Sapi yang Menyebabkan Penyakit

Hampir semua daging mentah mengandung bakteri, termasuk bakteri daging sapi. Meskipun daging sebetulnya banyak mengandung sumber protein yang baik bagi tubuh. Namun tidak ada salahnya mengenali bakteri yang biasanya menempel pada daging sapi. Pasalnya belum tentu bakteri akan hilang dalam sekali cuci, karena harus dilakukan proses memasak terlebih dahulu agar bakteri tersebut mati.

Jenis Bakteri Daging Sapi

Pada saat hari raya Idul Adha atau acara hari raya lainnya, banyak orang yang mengolah daging sapi. Mengingat daging mentah yang segar mudah sekali tercemar oleh bakteri berbahaya, maka harus dimasak terlebih dahulu. Tetapi jika ingin menyimpannya di kulkas dalam waktu lama, maka sebaiknya jangan dicuci agar bakteri tidak mengembang. Nah, berikut jenis bakteri yang biasa mengindap pada daging.

  • Bakteri Clostridium Botolinum, yakni bakteri yang mengandung zat racun sehingga mampu menyerang syaraf pusat. Bahkan memicu gangguan kesehatan lainnya, seperti kelumpuhan, pernapasan, dan kematian. Pastikan daging sapi dipanaskan pada suhu tinggi sebelum dikonsumsi.
  • Bakteri E. Coli, yaitu bakteri yang biasanya berkembang biak pada isi perut binatang ternak. Perkembangan bakteri ini sangat mudah menyebar saat proses pemotongan hewan. Penting bagi Anda mengolah daging sapi secara matang sempurna, karena bakteri ini mampu menimbulkan penyakit pada saluran perncernaan.
  • Bakteri Bacillus Anthracis, termasuk jenis bakteri yang menular melalui tubuh manusia. Pencegahannya yakni dengan memasak daging sampai matang dan menjaga kebersihan diri sendiri sebelum makan, seperti mencuci tangan.
  • Staphylococcus Aureus, merupakan bakteri yang muncul pada saat pemotongan, proses menyimpan, dan cara mengolah yang salah. Jadi Anda harus melakukan semua cara tersebut secara benar agar terhindar dari bakteri.
  • Bakteri Salmonella, adalah bakteri yang mampu menyebabkan gangguan pencernaan, tifus, deman enteric, dan diare. Bakteri tersebut umumnya hidup di bagian saluran pencernaan hewan. Sebaiknya perhatikan cara memasak daging sapi supaya matang untuk membunuh bakteri tersebut.

Itulah bakteri daging sapi yang bisa Anda ketahui. Sebenarnya bakteri tersebut juga kerap muncul pada daging lainnya, seperti kambing atau kerbau. Oleh karena itu, Anda harus selalu menjaga kebersihan makanan baik saat memasak maupun mengkonsumsi.

Cara Menghilangkan Bakteri Daging Sapi yang Benar

Mungkin Anda bingung bagaimana menghilangkan bakteri daging sapi? Pasalnya takut bakteri tersebut masih menempel pada daging sapi saat dimasak. Oleh karena itu, memilih daging sapi memang penting diperhatikan, dan begitu pula cara mengolah daging tersebut. Setidaknya menjaga kebersihan daging mentah, peralatan memasak, permukaan dapur dan alat makn lainnya harus dijaga dengan baik. Jangan sampai terkontaminasi bakteri udara yang menyebabkan penyakit.

Cara Menghilangkan Bakteri pada Daging Sapi

Banyak orang yang berpikir jika mencuci daging sapi bisa melenyapkan bakteri. Padahal daging selalu menempel sehingga sulit untuk dihilangkan, meskipun sudah sangat bersih mencucinya. Pasalnya mencuci hanya akan menghilangkan lapisan, tetapi memasak dalam suhu panas mampu membunuh bakteri. Nah, untuk selengkapnya, simak cara menghilangkan bakteri daging sapi berikut ini.

  1. Masak pada Suhu Panas

Memasak makanan daging sapi pada suhu yang tepat tentu akan membunuh bakteri, yakni pada suhu di atas 63°C. Anda tidak perlu lagi mencucinya hingga benar-benar bersih. Namun mencuci tangan setelah mengolah daging sapi mentah harus Anda lakukan. Sebaiknya cucilah tangan Anda dengan air hangat dan menggunakan sabun selama 20 detik. Bersihkan juga dapur Anda dengan sabun.  Hal ini dilakukan untuk menghindari kontaminasi silang.

  • Kenali Durasi Penyimpanan

Saat Anda membeli daging sapi, biasanya langsung dimasukkan ke dalam kulkas agar tahan lama. Namun daging sapi aman disimpan pada suhu 1’C atau di dalam freezer dengan suhu -18’C. Apabila Anda menyimpan daging sapi lebih dari 2 minggu, sebaiknya bungkus daging menggunakan kertas pembeku atau alumunium foil sehingga terlindungi dari bakteri udara.

  • Mencairkan Daging Sapi Beku

Tak jarang orag meletakkan daging sapi yang beku langsung di aliran air atau dengan merendamnya. Cara semacam ini adalah salah besar, hal yang seharusnya dilsakukan dengan mencairkan daging sapi beku ke dalam kulkas bukan freezer, sehingga bisa mencair secara perlahan. Hal tersebut bertujuan untuk mencegah bakteri udara hinggap di daging sapi setelah keluar dari freezer dalam keadaan beku.

Itulah cara menghilangkan bakteri daging sapi yang benar. Setelah memahami tips di atas, diharapkan Anda tidak mengulangi kesalahan yang sama. Pastikan olahan daging sapi terhindar dari bakteri udara penyebab penyakit. ily

Resep Bumbu Memasak Daging Sapi yang Sederhana

Saat ini bumbu memasak daging sapi mulai dijual secara instan di pasaran. Bahkan hanya dalam beberapa dekade tahun langsung terjual habis. Mengingat perilaku masyarakat modern yang lebih suka memasak dengan cara cepat dan tepat. Namun taukah Anda memasak daging sapi menggunakan bumbu dan rempah-rempah yang dibuat sendiri rasanya lebih nikmat. Aroma bumbu tersebut juga semakin menggugah selera makan Anda.

Seperti yang Anda tahu bahwa bumbu merupakan bahan pendukung olahan masakan. Tetapi memasak tanpa adanya bumbu dapur pasti tidak enak dan hampar. Meskipun sebagian orang mungkin menghindari olahan bumbu untuk beberapa alasan kesehatan. Tidak ada salahnya masak daging sapi dengan bumbu racikan sendiri tanpa harus membelinya di warung.

Bumbu Memasak Daging Sapi yang Enak

Bumbu rempah untuk memasak daging sapi memiliki kualitas rasa terjamin. Sejak dahulu kala, masyarakat Indonesia sudah mengenal berbagai jenis bumbu dan rempah untuk bahan memasak. Salah satunya mengolah daging sapi disarankan dengan bumbu yang berasal dari alam, seperti jahe, kunir, teh, dan bahan rempah lainnya. Berikut ulasan selengkapnya.

  1. Jahe

Bumbu jahe memiliki enzim proteolitik alami yang mampu mengurangi ikatan protein, sehingga membuat daging menjadi lebih empuk. Anda bisa melumuri daging sapi dengan jahe yang sudah diparut sebelumnya. Biarkan selama 30 menit dan barulah dimasak.

  • Garam

Garam memang dapat membantu daging sapi menjadi sangat empuk dalam waktu singkat. Caranya cukup mudah, karena hanya menaburkan garam ke seluruh permukaan daging sapi. Diamkan daging selama lebih dari satu jam agar garam meresap ke dalamnya. Basuh menggunakan air bersih dan masak daging sapi tersebut.

  • Pisang

Kulit pisang rupanya dapat menjadikan daging terasa lebih empuk saat dimasak. Pasalnya kulit pisang mampu membantu menguraikan protein. Langsung saja kulit pisang dihancurkan sampai lembut, lalu taburkan ke seluruh daging sapi. Jangan lupa diamkan hingga meresap dan basuh dengan air bersih.

Bagaimana, Anda ingin menggunakan bumbu memasak daging sapi yang mana? Tentunya Anda bisa memilih sesuai selera. Selamat memasak dan pastikan daging sapi terasa enak, lezat, dan empuk saat disantap.

Trik Jitu Hindari Membeli Daging Sapi yang Busuk

Membeli daging sapi penting diperhatikan karena tak jarang daging mengalami kebusukan. Ditambah lagi, harga jual daging sapi yang mahal membuat banyak pedagang curang. Salah satunya adalah dengan menjual daging kemarin atau yang sudah layak dikonsumsi. Karena itulah, memilih kriteria daging sapi secara benar mesti dipelajari agar tidak salah pilih.

Cara Mudah Membeli Daging Sapi Tanpa Busuk

Saat pertama kali Anda melihat daging sapi, sebaiknya lihat warna daging tersebut. Jika berwarna merah membuktikan daging sapi masih segar. Namun biasanya tukang daging memberikan karbon monoksida guna mempertahankan warna merah. Hati-hati membeli daging di supermarket atau pasaran. Begini, trik jitu hindari pembelian daging sapi yang busuk.


1. Hindari Daging Sapi Berbintik

Jangan Anda pilih membeli daging yang memiliki permukaan bintik-bintik, karena berarti daging tersebut sudah tidak segar lagi. Apabila Anda mencium daging sapi yang mempunyai aroma ammonia atau pembusukan, maka daging yang dikemas sudah tidak layak konsumsi. Sebaiknya beli daging sesuai kebutuhan sehingga tidak terlalu lama menyimpan daging sapi di kulkas, sebaiknya simpan daging di freezer.

2. Kenali Potongan Daging Sapi

Biasanya jika di Supermarket potongan daging sapi sudah tertata rapi dalam kemasan. Tetapi berbeda saat membelinya di pasar tradisional, Anda bisa meminta bentuk potongan sesuai selera. Jika bentuk potongan daging melintang, memungkinkan kualitas daging empuk dan berserat. Perhatikan potongan daging yang terdapat pada kemasan, apakah hanya daging saja atau ada kulit atau iga bagian tulang.

3. Cek Kembali Kemasan

Inilah hal yang seringkali diabaikan oleh pembeli karena dirasa tidak terlalu penting. Perlu diketahui tidak semua daging segar yang dijual di pasar merupakan sapi potong bersertifikat. Kebanyakan daging sapi potong langsung dijual di pasar saat pagi hari hingga sore harinya. Jadi pastikan daging sapi dalam kemasan memang benar-benar segar bukan yang sudah dilayukan. Cobalah perhatikan warna dan seratnya, serta bagian tekstur daging sapi. Pilih lah daging sapi yang jelas standar mutunya, yang bersertifikat halal dan telah melalui uji labotorium.

Mengingat banyaknya penjual daging sapi di pasaran, sehingga membuat Anda bingung membeli daging sapi yang halal dan terjamin kualitasnya. Semoga ulasan tadi bisa memberikan informasi menarik bagi Anda semua.            

Fakta Daging Sapi yang Jarang Diketahui Banyak Orang

Penting bagi Anda mengetahui fakta daging sapi yang masih jarang diketahui masyarakat. Mengingat daging sapi menjadi bahan makanan yang seringkali diolah oleh hampir semua orang di belahan dunia. Pasalnya manfaat daging tersebut sangatlah banyak untuk kesehatan tubuh dan mampu menyembuhkan beberapa penyakit tertentu.

Selain itu, daging sapi sendiri mudah cara memasaknya sehingga cocok dimasak untuk acara apapun. Namun seringnya daging ini disajikan untuk hidangan hari raya atau saat makan besar bersama keluarga. Nah, bagi Anda yang penasaran fakta menarik dari daging sapi? Simak terus ulasan di bawah ini.

Fakta Menarik Daging Sapi

Taukah Anda ada Negara di dunia yang selalu mengkonsumsi daging sapi setiap harinya? Beberapa di antaranya adalah New Zealand, Brazil, Argentina, Uruguay, dan Australia. Mungkin karena Negara tersebut memiliki populasi sapi lebih banyak dibandingkan jumlah hewan lainnya. Bukan hanya itu, terdapat fakta lain mengenai daging sapi seperti ulasan berikut.

  • Daging sapi sudah ada sejak zaman dahulu kala dan sudah dikonsumsi dari tahun 1627 silam. Menurut sejarah, manusia yang kerap berburu daging sapi berada di kawasan Polandia.
  • Di restoran Amerika dan Eropa cenderung menyajikan olahan steak dari daging sapi. Berbeda jika di Indonesia, daging sapi kerap dimasak menjadi sajian gulai, rendang, dan panggang.
  • Mempunyai daging yang cukup banyak, sehingga orang sulit membedakannya. Padahal daging sapi memiliki tekstur yang berbeda, yaitu tekstur keras yang minim lemak dan tekstur lunak dengan kandungan lemak tinggi.
  • Manfaat daging sapi bukan hanya untuk dimasak menjadi makanan berat, tetapi dimanfaatkan juga sebagai olahan susu. Anda bisa menemukan susu sapi dibeberapa outlet minimarket. Selain itu, bagian kulit sapi sering dibuat menjadi kerupuk kulit sapi yang dijual juga di pasaran. Bahkan kulit sapi tersebut sering dijadikan bola untuk sepak bola.

Itulah fakta daging sapi yang menarik perhatikan, tetapi masih jarang diketahui orang. Oleh karena itu, diharapkan informasi di atas memberikan manfaat bagi Anda semua. Sekian dan terima kasih.

Kesalahan Memasak Daging Sapi yang Harus Anda Ketahui

Minimnya pengetahuan tentang kesalahan memasak daging sapi membuat seseorang tidak bisa menghasilkan makanan yang lezat. Seringkali daging sapi justru terasa alot, kurang matang, terlalu lembek, dan lain sebagainya. Hal semacam ini merupakan sekian banyak dari kesalahan memasak daging jenis apapun. Jadi penting bagi Anda belajar memasak dan proses mengolah daging sapi secara benar.

Hindari Kesalahan Memasak Daging Sapi

Apakah Anda suka makan daging sapi? Namun sayangnya masih sulit memasak daging agar enak, lezat, gurih, dan empuk. Padahal sudah mahal-mahal membeli daging sapi di pasar, tentunya jangan sampai salah dalam memasaknya. Lantas, apa saja kesalahan yang kerap dilakukan seseorang dalam masak daging sapi? Simak terus ulasan di bawah ini.

  1. Cara Memotong Daging Salah

Perlu diketahui jika tekstur dan rasa daging sapi memiliki perbedaan tersendiri. Hal tersebut rupanya dipengaruhi oleh cara memotongnya. Lakukan cara memotong yang benar pada daging sapi agar saat dimasak kualitas atau tekstur daging tersebut tidak alot. Hindari memotong daging berukuran besar karena hanya akan memakan waktu masak terlalu lama.

  • Tidak Memanaskan Tempat Memasak

Inilah kesalahan yang sering terjadi saat memasak daging sapi. Seseorang mungkin tidak memanaskan tempat memasak terlebih dahulu. Sebaiknya panaskan panci atau wajan sesuai waktu yang tepat, sehingga bisa memperoleh daging sapi matang. Sedangkan jika memasak dengan cara dipanggang, panaskan oven di atas kompor selama 15 menit atau disesuaikan temperatur.

  •  Memasak Daging dalam Keadaan Dingin

Biasanya Anda akan menyimpan daging sapi dalam freezer agar bisa bertahan lama. Setidaknya jangan langsung masak daging tersebut pada keadaan dingin. Tetapi harus dikeluarkan dahulu dan biarkan selama 20 menit dalam suhu ruangan normal. Hindari masak daging sapi yang sudah membeku atau mencair, karena kurang sehat untuk tubuh.

Nah, itulah beberapa kesalahan memasak daging sapi yang mesti diperhatikan betul. Selain itu, saat memasak daging jangan terlalu sering membolak-balik masakan. Sebaiknya tunggu daging sapi meresap bumbu dengan sempurna dan bagian sisinya matang. 

Tips Cara Mengolah Daging Sapi agar Empuk dan Enak

Sampai saat ini cara mengolah daging sapi masih menjadi salah kaprah di masyarakat. Pasalnya tak jarang orang salah memasak daging sehingga membuatnya terasa alot saat dimakan. Setidaknya daging sapi yang diolah mesti mudah dicerna oleh tubuh, sehingga mengharuskan Anda memasak daging dengan tekstur lembut dan empuk. Dengan begitu, olahan daging semakin disukai anak-anak dan keluarga kecil Anda.

Tips Mudah Mengolah Daging Sapi

Memasak daging sapi memang menjadi pilihan di hari special, seperti menu hari raya atau perayaan pernikahan. Namun daging sapi juga biasa diolah dalam berbagai macam hidangan, misalnya rendang sapi, sup, gulai, dan lain sebagainya. Tentu saja, daging sapi ini harus dimasak dengan cara yang benar agar empuk dan enak. Untuk selengkapnya, silahkan ikuti tips berikut.

  • Tips pertama adalah pukul daging sapi agar terasa lebih empuk sebelum diolah. Cara ini dilakukan untuk melemaskan otot daging sapi maupun seratnya supaya lembut. Sebaiknya lakukan pemukulan daging menggunakan tangan atau palu.
  • Potong daging dengan cara melintang atau melawan alur urat dan seratnya. Memotong seperti ini akan membantu daging sapi menjadi empuk secara merata. Sehingga ketika digigit, serat daging sapi mudah terpecah dan tidak menimbulkan kealotan. Tentu saja masakan daging sapi semakin lezat dimasak.
  • Buatlah bumbu menggunakan asam atau cuka guna menghindar daging sapi alot. Sebelum dimasak olah daging sapi dengan bumbu tersebut secara merata. Resep rahasia pengempuk daging sapi adalah menggunakan air perasan dari buah nanas. Biarkan bumbu meresap dengan didiamkan 2-3 jam, bahkan ada yang diungkep sampai 12 jam agar lebih daging sapi lebih empuk. Namun perlu menambahkan bumbu lainnya agar daging memiliki cita rasa yang enak.
  • Masak daging sapi di atas api sedang dan jangan terlalu matang. Pastikan temperatur pada saat memasak harus tepat agar daging tetap empuk, yakni dalam 145°F atau 63°C. Pasalnya jika temperatur terlalu tinggi membuat daging justru mengeras saat mulai mendingin.

Demikian cara mengolah daging sapi agar empuk dan lezat. Pada saat memasak daging sapi melalui banyak proses mulai dari memukul, memotong, membumbui, hingga memasaknya agar matang sempurna. Namun, mengolah daging sapi sesungguhnya lebih sederhana dari pada memasak daging ayam atau kambing.

Menyembuhkan Penyakit dengan Konsumsi Daging Sapi

Hampir semua orang menyukai konsumsi daging sapi, baik anak-anak maupun orang dewasa. Apalagi kini banyak olahan daging sapi yang dibuat dengan berbagai jenis makanan, seperti bakso, steak, soup daging sapi dan hindangan lainnya. Tentu saja kualitas rasa daging sapi sangat enak dan nikmat, meskipun hanya dengan sepiring nasi putih.

Namun taukah Anda mengkonsumsi daging sapi mampu menyembuhkan penyakit tertentu. Maka tak heran, jika daging sapi semakin banyak diminati masyarakat untuk dikonsumsi. Penting bagi Anda memilih jenis daging sapi yang segar demi kesehatan tubuh.

Konsumsi Daging Sapi untuk Mengatasi Penyakit

Selain bermanfaat baik untuk menjaga kesehatan tubuh, makan makanan yang berasal dari daging sapi bisa atasi beberapa penyakit. Hal ini bisa menjadi salah satu cara Anda untuk meminimalisir penggunaan obat sakit. Lantas, apa saja penyakit yang bisa disembuhkan hanya dengan daging sapi? Simak terus ulasan di bawah ini.

  • Mengkonsumsi daging sapi dengan porsi yang tepat tanpa mengandung lemak banyak pastinya akan membantu fungsi dan kesehatan jantung. Apalagi jika Anda mengolah daging sapi secara tepat, misalnya direbus atau dipanggang untuk menurunkan hipertensi atau tekanan darah tinggi.  Karena daging sapi mengandung vitamin B6 dan B12.
  • Mencegah stroke dan diabetes apabila konsumsi daging secara rutin, tetapi dengan catatan harus mengolah masakan yang tepat. Selain itu, kadar insulin dalam tubuh dapat tercukupi dengan baik sehingga selalu terhindar dari penyakit diabetes.
  • Daging sapi memiliki kandungan protein guna mempercepat proses penyembuhan luka. Perlu diketahui penyebab utama luka terinfeksi adalah oksigen terhambat menyalurkan ke jaringan tubuh. Akibatnya tubuh semakin kekurangan mineral yang memicu perbaikan jaringan tertunda. Apalagi mineral berperan penting untuk proses penyembuhan.
  • Zat antikarsinogenik dalam daging sapi yang bisa mencegah kanker, seperti kanker kulit. Kemudian kandungan mineral dan nutrisi pada daging sapi ternyata mampu meregenerasi kulit. Bahkan dapat mencegah penuaan dini maupun menghilangkan noda hitam pada wajah.

Jadi konsumsi daging sapi memiliki banyak manfaat yang dapat menyembuhkan penyakit dalam tubuh. Semoga informasi di atas bermanfaat bagi Anda sebagai pengetahuan menarik tentang kesehatan.

Manfaat Daging Sapi Merah untuk Kesehatan Tubuh

Ada banyak manfaat daging sapi merah bagi kesehatan tubuh. Penting bagi Anda untuk mengkonsumsi daging merah sebagai menu diet seimbang yang sehat. Meskipun daging sapi juga memiliki kandungan lemak, tetapi beberapa nutrisi lain mampu menyehatkan dan menjaga kondisi tubuh. Apalagi konsumsi daging sapi merah secara rutin bisa menyembuhkan beberapa penyakit.

Ketahui Manfaat Daging Sapi

Mengkonsumsi daging sapi seharusnya diimbangi juga dengan makan sayuran, buah, dan biji-bijian. Pasalnya terlalu banyak konsumsi daging sapi tentu tidak baik untuk kesehatan tubuh. Paling tidak harus dikonsumsi secara seimbang di setiap harinya. Nah, berikut adalah manfaat yang mesti Anda ketahui dari daging sapi bagi kesehatan tubuh. 


1. Daging Sapi Mengandung Nutrisi

Seperti yang sudah disinggung di bagian atas, jika daging sapi kaya akan kandungan nutrisi. Selain itu, daging sapi merupakan sumber protein, vitamin B, dan zinc yang baik bagi tubuh. Fakta yang harus diketahui juga jika daging sapi mempunyai sumber utama dari vitamin B12 untuk kesehatan sistem saraf dan kulit. Bahkan daging sapi termasuk sumber zat besi yang mudah diserap tubuh.

Daging sapi mengandung protein hewani bermanfaat untuk memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak serta mampu meningkatkan fungsi otak. Sementara itu, zat besi yang terdapat pada daging sapi berfungsi untuk mengikat oksigen dalam tubuh, menjaga suhu tubuh dari berbagai cuaca, serta membantu proses metabolisme tubuh.

Kemudian daging sapi memiliki kandunan protein, sehingga sangat disarankan untuk dikonsumsi bagi orang yang melakukan diet. Pasalnya kalori tersebut mampu terbakar oleh protein yang dapat meningkatkan sistem metabolisme. Sebaiknya pilih daging sapi dengan kandungan lemak rendah.

2. Meningkatkan Sistem Imunitas Tubuh

Manfaat daging sapi memang mengandung gizi dan nutrisi yang baik untuk tubuh dan pastinya cocok dikonsumsi untuk semua orang. Apalagi bagi yang aktif melakukan berbagai kegiatan, daging sapi harus selalu dikonsumsi sebagai penyeimbang tubuh. Hal ini karena daging sapi berfungsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh agar tidak mudah terserang berbagai penyakit.

Demikian manfaat daging sapi merah untuk kesehatan tubuh manusia. Biasakan konsumsi daging sapi setelah dimasak dalam keadaan matang atau masak supaya terhindari dari kuman dan bakteri pada hewan sapi.

Tips Memilih Daging Sapi yang Segar dan Sehat

Ada beberapa tips memilih daging sapi yang harus Anda perhatikan sebelum membelinya di pasar. Apalagi kini banyak penjual nakal yang menjajakan daging sapi kurang baik dari segi kesehatan. Hal semacam inilah yang membuat Anda semakin bingung sehingga harus selalu teliti dalam membeli daging sapi. Jangan sampai Anda mendapatkan daging sapi yang tidak sehat saat dikonsumsi.

Memilih Daging Sapi yang Baik

Perlu Anda ketahui bahwa daging sapi dalam keadaan beku dianggap kurang segar. Paling tidak hindari membeli daging sapi yang memiliki bunga es, karena bisa jadi daging tersebut telah lama tersimpan di dalam lemari pendingin. Lantas, apa saja tips yang harus dilakukan dalam membeli daging sapi segar dan sehat? Simak terus ulasan di bawah ini.

  1. Kenali Aroma Daging Sapi

Biasanya daging sapi yang masih segar memiliki aroma segar tidak tercium bau busuk. Jangan sampai Anda tertipu tingkah penjual yang menawarkan daging sapi tersebut. Pastikan daging sapi tidak memiliki aroma amis yang terlalu menyengat di hidung. Hindari juga memilih daging yang sudah berair karena termasuk jenis daging glonggongan.

2. Lihat Warna Daging Sapi

Anda harus bisa membedakan antara daging sapi segar dan busuk, caranya dengan memperhatikan warna daging tersebut. Tentu saja daging yang berkualitas baik, maka memiliki warna daging merah atau kemerah-merahan. Daging sapi tidak akan terlihat pucat atau putih.

3, Perhatikan Tekstur Daging Sapi

Membeli daging sapi maka harus melihat tekstur daging itu sendiri. Daging sapi segar akan memiliki tekstur daging yang kenyal. Namun jika daging sapi terasa lembek saat ditekan, kemungkinan besar keadaan daging sudah tidak segar dan kurang baik untuk dikonsumsi.

Alangkah baiknya bila Anda tidak terpengaruh dengan harga daging sapi murah. Pasalnya rata-rata daging sapi segar memiliki harga cukup mahal per kilo gram. Jadi tidak disarankan membeli daging sapi dengan harga miring. Semoga tips memilih daging sapi segar dan sehat tersebut bermanfaat bagi Anda semua.